RESUME MATERI PKKMB DAY 2

 




1.      Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri (Ainun Najib)

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) saat ini membawa dampak besar pada dunia pendidikan tinggi. AI semakin banyak digunakan, termasuk oleh mahasiswa untuk membantu meringkas materi atau menyelesaikan tugas. Namun, penting dipahami bahwa secanggih apa pun AI, ada dua hal mendasar yang tidak bisa digantikannya, yaitu kreativitas dan kemanusiaan. Kreativitas melahirkan gagasan baru yang benar-benar orisinal, sedangkan kemanusiaan mencakup empati, compassion, dan keaslian rasa yang tidak dapat ditiru oleh mesin.

Dalam konteks dunia kerja, pekerjaan yang tidak membutuhkan kreativitas dan empati akan semakin mudah diotomatisasi, contohnya logistik atau tugas rutin. Sebaliknya, bidang yang menuntut ide baru dan interaksi manusiawi, seperti pendidikan, kesehatan, atau kepemimpinan, tetap memerlukan manusia sebagai pusatnya. Oleh karena itu, mahasiswa harus mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, strategis, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan agar tidak tergeser oleh teknologi.

Sebagai mahasiswa di lingkungan Nahdlatul Ulama, posisi ini semakin penting. NU memiliki ideologi yang menekankan maslahat, rahmat, dan keselamatan. Prinsip ini dapat menjadi landasan untuk mengawal arah perkembangan teknologi, agar penggunaannya tidak hanya mengejar efisiensi atau keuntungan, tetapi juga menghadirkan keadilan, manfaat sosial, serta menghindarkan kerugian bagi masyarakat luas.

Terkait etika, mahasiswa diingatkan untuk tidak menggunakan AI secara mentah, misalnya dengan menyalin hasilnya langsung ke tugas. AI sebaiknya dipakai untuk brainstorming, riset awal, atau memperbaiki bahasa, sedangkan hasil akhir tetap harus lahir dari pemikiran sendiri. Hasil AI juga wajib diverifikasi, mengingat mesin bisa menghasilkan informasi keliru.

Penutupnya, era AI tidak menunggu kesiapan kita. Karena itu, mahasiswa harus segera beradaptasi, belajar cepat, serta mengarahkan teknologi ke jalan yang bermanfaat. Dengan begitu, kita bukan sekadar pengguna, tetapi juga pengawal etika dan pemimpin dalam memanfaatkan AI untuk kemaslahatan.

 

 

2.      Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi (Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H.)

Dalam acara PKKMB UNUSA 2025, Dr. Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK 2019–2024, menyampaikan materi Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi. Ia menegaskan bahwa korupsi di Indonesia masih sangat darurat, dengan kebocoran anggaran mencapai 20–30 persen. Korupsi bukan hanya dilakukan oleh orang miskin, tetapi juga oleh mereka yang sudah kaya.

Dampak korupsi sangat luas: merusak demokrasi melalui politik uang, melemahkan hukum karena pasal bisa diperjualbelikan, merusak budaya dan lingkungan, menurunkan kualitas pembangunan, serta mengacaukan pasar dan ekonomi. Bentuknya antara lain suap, gratifikasi, dan pemerasan. Bahkan perilaku kecil seperti mencontek atau titip absen dianggap sebagai bibit korupsi yang harus dihindari.

Beliau menekankan pentingnya orientasi hidup. Generasi muda harus meneladani para pejuang yang berorientasi pada pengabdian, bukan sekadar kepentingan pribadi. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan dengan integritas, kejujuran, dan semangat melayani masyarakat demi keberkahan dunia dan akhirat.

 

3.      Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi ( Muslikha Nourma R, S.KM., M.Kes.)

Ibu Muslihatun N. Ramadhani, SKM, MKM, Kaprodi K3 UNUSA yang berpengalaman di bidang kesehatan masyarakat dan keselamatan kerja. Beliau menyampaikan materi tentang Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sebagai bagian penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Tujuan penerapan K3L adalah mencegah kecelakaan serta penyakit akibat kerja, melindungi lingkungan dari pencemaran, dan membangun budaya keselamatan. Mahasiswa sebagai generasi penerus diingatkan untuk selalu sadar akan potensi bahaya yang ada di sekitar, baik bahaya fisik (kebisingan, radiasi, suhu ekstrem), kimia (bahan beracun, mudah terbakar), maupun bahaya yang timbul karena kelalaian atau sikap tidak disiplin, misalnya bercanda di laboratorium.

Penerapan K3L dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, induksi laboratorium dan industri, kepatuhan terhadap SOP, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penerapan budaya 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin). Selain itu, mahasiswa juga didorong menjaga lingkungan dengan mengurangi pencemaran, menggunakan tumbler pribadi, dan mengelola sampah dengan baik.

Partisipasi semua pihak, baik mahasiswa, dosen, maupun masyarakat, sangat penting agar tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, dan produktif. Dengan menerapkan K3L, mahasiswa diharapkan dapat lulus tepat waktu, sehat jasmani dan rohani, serta mampu menjaga keselamatan diri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

Intinya, K3L bukan hanya kewajiban formal, tetapi kebutuhan agar mahasiswa bisa belajar dengan selamat, produktif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.


Lhat Juga Blog Teman Saya : https://c4ndrahad1.blogspot.com/2025/08/unusa-masuk-impact-rankings-2025-dari.html

 https://dimasabdipratama.blogspot.com/2025/08/resume-ngopi-terusini-dampaknya-ke.html


Dan jangan lupa ikuti sosial media kita :

- Facebook

: https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram

: https://www.instagram.com/unusa_official/

- Youtube

: https://www.youtube.com/@unusa_official

- Twitter ( X )

: https://x.com/unusa_official?lang=en

- Tiktok

: https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Banjir Peminat, Prodi S1 Keperawatan Unusa Tambah Kelas Baru

SULITNYA MEMANAJEMEN WAKTU DIAWAL PERKUALIAHAN

RESUME MATERI PKKMB DAY 1